Indonesia Penggalan Surga

mencintai Tanah Air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal. Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itu Kami naik gunung

Atas nama Cinta

Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis.

Terimalah salamku dari Timur Borneo

Kearifan lokal adalah jati diri bangsa

Terimalah salamku dari timur borneo

Jejak telah di langkahkan seribu kehendak harus terlahirkan,pada jejak kami belajar ,alam adalah pengikat budaya

Atas nama Cinta

Tinggalkanlah jejak yang bermakna, maka bukan saja kehidupan anda yang akan menjadi lebih baik tapi juga kehidupan mereka yang mengikutinya.

Jumat, 08 Januari 2016

Borneo Green Camp 2015 di Pantai Segara Sari Manggar - Balikpapan

Selamat datang di area Borneo Green Camp,


Jum'at 11 Desember 2015 ,Pantai Segara Sari pantai - Manggar Kota Balikpapan di guyur hujan sepanjang malam,yang pada akhirnya memutuskan melakukan persiapan sabtu pagi.
Malam itu rekan -rekan jejak budaya selaku pelaksana kegiatan BGC yang mayoritas berasal dari Kota Tenggarong - Kutai Kartanegara dan di temani Chandra dari Samarinda menginap di UPT Manggar.di bantu dari rekan - rekan dari Bontang dan ada sebagian peserta sudah Ikut masuk 
 Sabtu 12 Desember 2015. setelah melakukan persiapan,sesuai jadwal yang telah di tentukan ,perlahan para peserta BGC yang sudah mendaftarkan diri melukakan registrasi yang kemudian di arahkan oleh panitia untuk di tentukan tempat pemasangan tenda,

Borneo Green Camp adalah sebuah konsep yang di tawarkan oleh cikal  perwakilan JB kepada Pak Anthony selaku kepala Bidang UJS -  DISBUDPAR Propinsi Kalimantan Timur yang bekerja sama dengan DISPORABUDPAR Kota Balikpapan dalam Kegiatan gerakan sadar wisata melalui aksi Sapta pesona.

Menurut Cikal .terpenting adalah bagaimana mengajak  komunitas dan generasi muda dulu,untuk berkumpul selanjutnya bisa kita sampaikan tentang sebuah virus gerakan sadar wisata.Karena pada dasarnya komunitas memiliki nilai -nilai perjuangan yang sangat tinggi ,dan hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah selaku Fasilitator.
Waktu terus beranjak sore dan para peserta BGC terus berdatangan dari berbagai kota di Kalimantan Timur di antaranya ,Bengalon ,Sangatta,Bontang,Tenggarong ,Samarinda ,Balikpapan ,Penajam paser Utara dan Grogot  selain itu Borneo Gren Camp juga kedatangan tamu dari Pulau Sumatra.
.Jam menunjukan 16.30 wita adalah Meeting Point dengan perwakilan komunitas sekaligus pembagian T-shirt sapta pesona. kemudian acara di lanjutkan dengan aksi pungut sampah di sekitar area Borneo Green camp. 
Pada waktu ishomah peserta di anjurkan untuk sholat magrib dan sebagian melakukan persiapan lomba masak ala kemping. setelah di lakukan penjurian oleh panitia ( mang Ujang ) para peserta di persilahakan makan  bersama dengan membaur satu kelompok satu dan lainya 

Deburan ombak pantai manggar di sertai angin yang berhembus menngoyangkan daun-daun cemara pantai manggar di sela riuh tawa dan canda para peserta Borneo Green Camp . Tepat pada pukul 20.00 wita panitia BGC mengarahkan seluruh peserta menuju panggung yang telah di sediakan untuk acara selanjutnya ,yakni Saresahan  dengan mengangkat tema "Potensi pariwisata,Ekonimi Kreatif  dan kearifan lokal " di bandu oleh Putri dan Devi sebagai MC.Acara pertama seluruh hadirin bersama - sama menyayikan lagu Indonesia Raya dengan di iringi oleh rekan - rekan Oi Balikpanan dan di lanjutkan dengan Lagu Indonesia Pusaka.

Sarasehan ,di Awali oleh Cikal selaku ketua pelaksana Borneo Green Camp.
Cikal sedikit mengupas tentang gagasan awal munculnya kegiatan ini .yang mana cikal berharap dengan adanya Kegiatan Borneo Green Camp mampu menjadi sarana silaturohmi antar elemen pemuda yang ada di Kaltim, yang  selanjutnya bersama ,bahu - membahu untuk belajar ,memahami ,dan ambil bagian dalam pelestarian  kearifan lokal,yang mana di dalamnya ada nilai - nilai tentang raso /rasa .Rasa untuk saling menyanyangi sesama umat di mana alam sebagai kerangka terciptanya  kebudyaan , Cikal mencontohkan bagaimana kehidupan suku dayak yang ada di pedalaman sekarang kesulitan dalam pemenuhan kebutan hidup ,di mana hutan sebagai nafas kehidupan sudah beralih fungsi menjadi tambang batu bara ,kebun sawit hingga kebudayaan bercocok tanam,berburu ,membuat kerajinan,hingga obat - obatan yang di miliki suku di pedalaman ikut sirna bersama musnahnya Hutan .Cikal menambahkan bahwa konsep dasar muncul Jejak Budaya di dasari atas ketidak tahuan genarasi masa kini tentang sebuah Nilai ,tanpa di pungkiri pesatnya Modernisasi terus menggerus para genarasi kita,untuk mengarah pada era pragmatisme yang pada akhirnya menjadikan generasi lupa akan proses sebuah sejarah leluluhur. cikal sedikit mengutip perjalanan nabi Khidir dan Nabi Musa yang mana menggambarkan tentang masa lalu ,menjalani masa kini untuk menuju masa depan yang lebih baik .
Di punghujung sambutanya Cikal mengajak seluruh yang hadir pada malam borneo green camp untuk bersama untuk peduli terhadap alam dengan hal - hal sederhana dulu ,jangan buang sampah sembarangan,menanam pohon. agar kedepan lilin kebersamaan akan terus menyala di bumi Borneo untuk menjadi cahaya bagi Nusantra.
Nara sumber berikutnnya adalah Bapak Anthony Rahman dari DISBUDPAR  Propinsi Kalimantan Timur Bidang UJS. Pak Anthony menjabarkan 7 unsur sapta Pesona yang di mana merupakan karakteristik budaya bangsa. seperti ramah ,santun Aman .yang kemudian bapak anthony meenjabarkan rangkaian kegiatan penyuluhan sadar wisata dan aksi sapta pesona di berbagi Kabupaten /Kota di kalimantan timur dengan melibatkan berbagai Komunitas termasuk jejak budaya.di akhir sambutannya pak anthony mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta yang hadir untuk bersama peduli terhadap kebersihan di berbgai tempat wisata agar  kaltim menjadi tujuan wisatawan lokal maupun internasional.tanpa kehilangan Identitas kelokalanya.

Memasuki nara sumber yang ketiga yaitu Bapak Erwan Riyadi selaku Owner Kukar kreatif,Bapak Erwan menjabarkan secara luas tentang budaya dan kebudayaan lokal ,secara detail Pak Erwan mengajak peserta memahami apa itu Budaya lokal ? bahwa sejatinya budaya yang saat ini kita jalani adalah produk masa lalu,secara sifat budaya itu di pelajari dan di ciptakan .apakah kita bisa belajar dari masa lalu.kemudian  kita ambil baiknya dan akulturasikan dengan Era sekarang ..?sungguh sanggat menarik ulasan -ulasan yang di lemparkan oleh Pak Erwan .Namun antusias dari para peserta sudah mulai berkurang ,ada yang main HP ,ngobrol sendiri malah sebgian peserta ada yang meninggalkan lokasi ,yang pada akhirnya belum tuntas ulasan beliau , dengan terpaksa pak Erwan mengakhiri pemaparannya - dan dinsinilah dapat kita lihat Lunturnya budaya Rasa - bahwa untuk menghargai orang bicara kita sudah mulai sulit.

Untuk menghilangkan suasana jenuh mengantuk,capek karena peserta  sebagian menempuh perjalanan 8 jam .acara di lanjutkan dengan Hiburan dari binaan Budpar Propinsi ,Oi balikpapan dan akan di lanjutkan sesi tanya jawab.Namun di luar dugaan Bapak Aswin Selaku Kepala Dinas DISBUDPAR Kaltim akan hadir - maka dari itu panitia sedikit merubah acara sambil menunggu kehadiran Beliau. dengan menambhakan band D'sunset dari Balikpapan.
setleah lagu ke -2 pak Aswin tiba di lokasi Borneo green camp ,setelah duduk dan menyempatkan menikmati lagu - pak Aswin memberikan Sambutan dan Pemberian hadiah kepada pemenang Lomba masak ala kemping.
yang di menagkan oleh Duta Wisata penajam Paser utara ,MTMA Borneo dan Pramuka .Acara di lanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta di awali oleh perwakilan Komunitas Peduli Balikpapan yang menanyak kebijakan tentang teluk Balikpapan.yang di lanjut beberap a perwakilan lainya.Mengingat waktu terus beranjak maka sesi tanya jawab di batasi dan di lanjutkan acara hiburan dan api ungun ,Pada pelaksanaan api unggun seluruh peserta membuat lingkaran dan satu persatu memperkenalkan diri dan nyanyi bersama.
Semoga pantai Manggar menjadi motivasi bersatunya elemen anak bangsa untuk belajar memahami satu sama lain .
dan lagi -lagi pantai manggar di guyur hujan " selamat istirahat " kata sang hujan.

Minggu 13 Desember 2015,pada jam 05,00 wita sebagian panitia BGC sudah mondar - mandir untuk melkukan persiapan acara selanjutnya yaitu senam pagi 
Sholat ,senam ,sudah  nahhhh  mandi ....? 
pada jam 08.30 wita kegiatan kembali berlangsung di panggung yaitu acara inti daripada Gerakan sadar wisata memalui aksi Sapta pesona - yang di pandu Oleh Duta Wisata Balikpapan,di mulai Pembacaan Doa ,Tari jepen selamat datang,sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kalimnatan Timur Bapak Aswin .peninjauan tenda peserta BGC,dan aksi penanaman Pohon cemara sebanyak 400 bibit dan gerakan pungut sampah di pantai manggar.di akhiri penutup oleh Cikal selaku ketua pelaksana dengan mengajak eveluasi bersama peserta BGC 2015.

 "BGC yang mengumpulkan kita di sini  bukan dengan  hal-hal besar atau yang dianggap besar oleh Peradaban Materi yang sedang berlangsung sekarang ini, melainkan hal-hal yang kecil, sederhana, dasar dan inti pada kehidupan manusia. " terimakasih seluruh komunitas ,pemerintah yang turut menudukung kegiatan ini yang tak bisa kami sebutkan satu - satu persatu ,selamat jalan - selamat sampai tujuan dan Sampi Jumpa di " BORNEO GREEN CAMP 2016 "


buat jejak budaya selaku pelaksana kalian tetaplah keren - sasaaasssaaa saluuuut 

Editor : Humas JB 

berkut Photo BGC 2015 .









































Rabu, 02 Desember 2015

GERAKAN SADAR WISATA MELALUI AKSI SAPTA PESONA " BORNEO GREEN CAMP "

I.latar Belakang         
Dulu, Indonesia dikenal sebagai sebuah Negeri yang subur. Negeri kepulauan yang membentang di sepanjang garis katulistiwa yang ditamsilkan ibarat untaian zamrud berkilauan sehingga membuat para penghuninya merasa tenang, nyaman, damai, dan makmur. Tanaman apa saja bisa tumbuh di sana. Bahkan, tongkat dan kayu pun, menurut versi Koes Plus, bisa tumbuh jadi tanaman yang subur.
Budaya, Indonesia yang mempesona dengan keanekaragaman yang kaya dari kuil-kuil kuno, musik, mulai dari yang tradisional sampai ke pop modern, tarian, ritual dan cara hidup, berubah dari pulau ke pulau, dari daerah ke daerah. Namun di mana-mana pengunjung akan merasa disambut dengan ramah, hangat ramah yang merupakan dasar pembawaan dari orang-orang Indonesia yang tidak mudah dilupakan.
seriring perkembangan zaman dari zaman konvensional menuju era digital tanpa di pungkiri telah membawa kita pada era instans dan pragmatis,sehingga tanpa di sadari telah menggeser paradigma nilai -nilai budaya yang di wariskan oleh para nenek moyang bangsa kita yang di mana leluhur dalam kehiduapanya senantiasa  memberi  sebuah penghargaan kepada alam melalui produk hukum adat. Kini seolah terkikis oleh pola pragamtisme .sehinga kita terjebak dalam perilaku yang meninggalkan parameter -parameter budaya bangsa. 

Fenomena generasi muda berkunjung ke berbagai tempat wisata seolah semakin marak sekedar untuk meraih eksesistensi diri maupun kelompoknya tanpa mengindahkan kaidah -kaidah budaya untuk mencintai lingkungan.yang pada akhirnya muncul perilaku buang sampah semberangan,sikap individulisme,karena merasa tingkat kepuasan terpenuhi melalui media sosial.

Berangkat dari latar belakang di atas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi kalimantan Timur bermitra dengan Jejak Budaya mengadakan kegiatan Sadar Wisata melalui Aksi Sapta Pesona  dengan Tema " Borneo Green Camp " 

II. Tujuan

            Untuk menumbuh kembangkan budaya cinta lingkungan dengan konsep Sapta Posona dengan 7 unsurnya (man.Tertib.Bersih.Sejuk.Indah.Ramah. dan Kenangan ) Agar  konsep Sapta pesona dan tujuan pelaksanaannya begitu luas dan tidak untuk kepentingan  pariwisata semata. Memasyarakatkan dan membudayakan Sapta Pesona dalam kehidupan  sehari – hari mempunyai tujuan jauh lebih luas , yaitu untuk meningkatkan disiplin nasional dan jati diri bangsa yang juga akan meningkatkan citra baik bangsa dan Negara.khusus di Provinsi Kalimantan Timur

III.Waktu dan Tempat Pelaksanaan
·         Tanggal 12 - 13 Desember 2015
·         Pantai Manggar Balikpapan

IV.Bentuk Kegiatan
·         Kemah Satu Malam
·        Sarasehan Budaya ( bedah 7 unsur sapta pesona ) 
·         Malam ramah - tamah & Hiburan
·         Penyuluhan Sadar wisata
·         Aksi Sapta pesona ( gerakan pungut Sampah )
·         Penanaman bibit cemara

V. Target Peserta

            Kader sapta pesona dan Komunitas yang ada di kaltim

VI.Penutup
            Dengan kondisi dan suasana yang menarik dan nyaman, wisatawan akan betah tinggal lebih lama, merasa puas atas kunjungannya dan memberikan kenangan indah dalam hidupnya

TATA TERTIB PESERTA BORNEO GREEN CAMP  “ PANTAI MANGGAR 2015 ”  

PERATURAN YANG HARUS DIPATUHI PADA SAAT KEGIATAN :

  • Wajib mengikuti semua rangkaian kegiatan, tanpa terkecuali
  • Apabila memakai / membawa perhiasan mahal (emas/berlian) jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka bukan menjadi tanggung jawab panitia
  • Boleh membawa obat-obatan jika ada penyakit yang diidap dengan catatan ada keterangan dari dokter
  • Tidak membawa/ menggunakan obat-obatan terlarang dan senjata tajam 5. Hal-hal lain akan di sampaikan oleh panitia saat meeting point  

PERLENGKAPAN YANG HARUS DIBAWA PESERTA : 

  • Perlengkapan Camping dan perelngkapan Masak
  • Membawa senter
  • Membawa perlengkapan sholat 
  • Slayer / Identitas Komunitas masing - masing
  • Membawa alat tulis
  • Membawa peralatan mandi
  • Perlengkapan yang disediakan panitia 1 (satu) kali makan siang pada hari minggu 13 november 2015  bagi peserta yang sesuai Kouta yang telah di tentukan  b. Peserta yang telah mendaftar sesuai kouta akan mendapatkan free kaos sapta pesona    c. Free tiket masuk Pantai manggar bagi seluruh peserta Borneo Green Camp  

CATATAN : 
Informasi dapat diperoleh di akun Media Sosial.  
  • FB             : jejakbudayaborneo  
  • Twitter       : @jejakbudaya15  
  • Instagram  : jejak_budaya  
  • Email         : jejakbudaya7@gmail.com 
Bagi peserta yang melakukan pemesanan T-Shirt Borneo Green Camp Secepatnya Mentransfer Biaya yang telah di tentukan melaui Rekening Bank Mandiri 900-00-2505608-7 an.Almazani setelah transfer segara menghubungi no Hp:0852-5000-1323    dengan tetap menyimpan bukti resi transfer guna pengambilan T-Shirt di Lokasi Kegiatan       

BORNEO GREEN CAMP  “ PANTAI MANGGAR  2015 “  
Keberangkatan 
  • Dapat di lakukan dengan Koordinator Komunitas/kelompok masing –masing untuk menuju Pantai manggar Balikpapan 
  • Bisa bergabung bersama Tim dari jejak budaya dari Kota Bontang,Samarinda dan Tenggarong   
Rigistrasi 
  • Rigistrasi akan di laksanakan muali pukul 13.00 s/d 15.00 wita di Lokasi Kegiatan.  

Camping 
  • Peserta membawa perlengkapan masing-masing dengan lokasi pendirian tenda akan ditentukan oleh Panitia Pelaksana;
  • No urut Tenda berdasarkan no rigistrasi
  • Tidak di perkanankan dalam satu tenda  ( Hamock )bercampur antara Pria dan Wanita 
  • Masing –masing Tenda harap di lengkapi penerangan   

Pembuatan Lubang untuk penanaman Bibit Pohon
  • Seluruh peserta wajib ikut dalam pembuatan lubang bibit pohon dengan lokasi yang telah di tentukan panitia   

Saresehan Budaya 
  • Pariwisata dan industri kreatif berbasis budaya lokal   

Malam Ramah Tamah dan Hiburan 
  • Komonitas/kelompok memperkenalkan diri dan unjuk kebolehan   

Bakti Sosial, Penanaman Bibit Pohon dan Gotong Royong Bersih Pantai
  • Peserta melakukan kerja bakti  memungut sampah dan penanaman bibit pohon  cemara bersama di pantai Manggar   


Penutupan / Sayonara
  • Mari pulang – marilah pulang bersama-sama 




Penyelenggara : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prpopinsi Kaltim & Kota Balikpapan
Pelaksana : jejak budaya 
Pendukung : 
  • Kukar Kreatif 
  • UPT Pantai Manggar 
  • Mahakam Explore 
  • Save Pesut 
  • Exotic Kaltim 
  • Pemuda Pelopor 
  • Bpk.Oi kukar 
  • Samarinda TV
Sampai Jumpa di Pantai Manggar Balikpapan  - Kalimantan Timur
semoga menjadi wahana Silhturohmi dan berbagi cerita 


Selasa, 10 November 2015

Festival Dahau 2015 - Sendawar Kutai Barat

Perjalanan kali ini kami menuju kecamatan Sendawar -Kutai Barat - Kalimantan Timur ,guna menyaksikan -dan melakakuan penelusuran budaya pada pelaksanaan Festival Dahau 2015.
pada postingan kali ini kami mempersembahkan konten tari massal.

1.ETNIS TUNUNG ( Paper / Tepung Tawar )
Untaian dan air harum wangi yang di percikan,di mohonkan menjadi penyejuk suasana dari raga sepanjang upacara kasih sayang ini,merambang dalam gerkan tarian dan tembang yang di lantunkan seluas sawang.Kami semua para pejabat ,undangan,penonton,kiranya,di berkati penguasa dan semesta






2.ETNIS AOHENG ( Tari selirung danum )
Gerakan kami adalah gemalai dewa dewio yang turun memberkati dari swarga loka yang tinggi tangan dan kaki yang serempak bergerak memuji keharuman bumi.Kami menari dengan hati yang memuji kehidupan yang di warisi nenk moyang kami.Inilah hari girang dan suka yang mekar dalam sukama






3.ETNIS BENUAQ ( Tarian Beliant Bawo )
Beliant Bawo tak kami ragu sebgai kias restu :kertab kaki dan suara membaca semesta .Segala yang tak berkenan pergi,segala yang menahan keberkatan langit yang tak bertepi,Kami meminta kebaikan ,kami meminta damai sejahtera,biar jiwa nafas kami merdeka bebas mengulas segala tertawa ,Getang dan lambaian tangan membawa kami kepada rumah keberkatan



4.ETNIS KENYAH ( Tari Burung Enggang )
Inilah tarian dari tangan kaki kami yang memuji bumi ,Kami mengucapkan kata -kata puja ,jiwa kami yang menyanyangi dengan liturgi hati,Para dewa dan kekasih dewi yang memberkati dengn jemari suci .Kami selalu mengolah restu di dedaunan kehidupan yang memberi kami harapan .





5.ETNIS DAHAU ( Tari Hudoq Apah )
Kami mempersembahkan hudoq sebagai upaya menanam keberkatan di dalam kemasyarakatan semua warga,Pergi segala bimbang dan pergi ke ujung -ujung bumi .Kami menampung kekuatan kerja badan dan jiwa membina hidup bahagia







6.ETNIS MELAYU ( Tari Jepen Buah Ara )
Inilah jepen bersatu .Segal porak -poranda menjauh bersama noda yang menggoda jiwa langkah yang terayun menunutun tujuan ke arah bahagia .Segala puja dan puji untuk Allah SWT .di dalam langkah ,Sakinah mawadah di hati mereka ini







7.Tari Nusantara 
Kutai Barat  Tidak sendiri lagi
Kami damai bersama,bersatu bersama saudara -saudariku ,kami bak pelangi yang berwarna -warni inilah bumi Sentawar,yang gemah ripah loh jinawi ,Sentawar kini kami damai bersamamu







8.Tiang Harapan 
Tiang berkat yang menjulang panjang di cakrawala terbuka tempat kami melihat berkat dan martabat ,hasil -hasil serikat kaki bersatu di dalam tujuan yang satu : keberhasilan pembangunan ,inilah kebhinekaan kami,perbedaa
yang membuat kami kukuh dalam hati ,dalam laku,perstuan dan kesatuan kami,kami ada dan kami terus maju ke depan bersama





9.Tabur Boyas
Beras kuning di taburkan sebagai utusan negeri ,kami taburkan ke arah kiiri sebagai tanda mencana mara .Kami taburkan ke arah atas sebagai suara penyampai keinginan kepad PERJADIW BATIKG LANGIT PENEW PENOTO DI NEGERI SENIANG JATU.kami meminta berkah acar akbar ini berjalan lancar tak terganggu satupun







Cinta adalah ketidakpedulian yang buta. Ia bermula dari ujung masa muda dan berakhir pada pangkal masa muda. Mencintai adalah masalah penting bagi manusia. Bila kita mampu mengurai cinta, maka hakekat cinta akan berubah menjadi sesuatu itulah kenyataan cinta. Cinta memang tidak muda untuk dimengerti. Mereka katakan jika orang memahami dirinya, dia memahami semua orang. Tetapi aku katakan padamu, apabila orang mencintai seseorang, dia belajar sesuatu mengenal dirinya sendiri. Kecantikan bersinar lebih terang dalam hati orang yang merindukannya.”

Kenali dan Cintai Negerimu 
perkuat rasa Cinta kepada sesama ,Alam  dan Budaya dengan titik Fokus pada sang pencipta ,mari membuka cakrawaa berfikir

bahwa warisan leluhur melalui budaya adalah lambang untuk pengingat agar kita senantiasa bersyukur atas segala limpahan rahmad dan Hiadayah -Nya

Dokomnetasi :Zuki,Ramly saputra ,Qulby
Editor :cikal
tim expedisi
Yhadi,zani debi 

salam budaya ;apabila ada yang mengingankan photo aslinya bisa konfirmasi melalui email :jejakbudaya7@gmail,com
homebase : Kukar Kreatif -jalan Kartiuni NO 45 .Tenggarong - kutai Kartanegara 

nantikan edis berikunya ;pada perjalanan selama di Kutai Barat